Rabu, 13 April 2011

Tak ada kata terlambat

Tiap orang berhak atas cita-cita nya. Tidak ada kata terlambat

Ya inilah yang rasakan sore ini. Melihat seorang teman, tidak terlalu dekat memang, tapi sekian lama saya tau kisah perjuangan hidupnya. Yang jelas dia telah merasakan hantaman problematika hidup. Terlepas dari bagaimana dia meresponnya, bisa cuek ataupun tidak, yang jelas pengalaman itu pastilah telah banyak memperkuat sendi-sendi kehidupan darinya.

Ya, inilah yang saya pelajari dari dirinya. Semangat !!, Tebal Muka !! Pantang Menyerah !!. Apapun yang terjadi pada dirimu sekarang. Bagaimana kamu dilihat dan dinilai orang lain, yakinlah kamu masih punya mimpi untuk diperjuangkan. Mimpi untuk bisa setara dengan orang lain. Mungkin, masa kelam telah terjadi beberapa waktu sebelumnya. Namun, hari esok kita bukan ditentukan oleh masa lalu kita, namun apa yang akan kita lakukan sekarang.

Hidup bukan ditentukan oleh orang lain

Taking back control of your life. Tanpa kita sadari, di masa-masa sulit sering kita hidup untuk orang lain. Penilaian orang lain adalah nyawa hidup kita. Jabatan, gelar, status adalah nyawa kita satu-satunya. Semua dikorbankan. Rasanya takut sangat ketika kita dilihat tidak sempurna oleh orang lain. Sepertinya jalan kita itu sudah ditentukan oleh pakem yang sudah ada. Seperti, kalau sudah kuliah 3,5 tahun, ya sudah saatnya kamu selesaikan skripsi mu, lulus, punya kerjaan dengan gaji 4 atau 5 koma, pastikan hubunganmu dengan si doi, menikahlah, kreditlah kendaraan,, rumah dan aset lainnya. Kemudian pensiun di kala usia sudah tak lagi produktif, Menikmati masa tua dengan usaha kecil-kecilan.

Saya gak bilang kalau ini salah atau pun benar. Tetap bisa sangat salah ataupun sangat benar. Karena kan yang tau diri kita yang kita sendiri bukan orang lain. Saya pun juga bisa jadi bagian alinea 3 atapun tidak jadi bagian itu.

Tuhan terkadang mengingatkan kita untuk mengerem sebentar

Saya hanya belajar bersyukur karena saya pernah diminta Tuhan untuk mengerem kehidupan ini. Ketika lulus dengan sangat cepat 3, 4 tahun dimana skripsi ditempuh dengan 3 bulan. Dapat kerja dengan gaji 3 koma, kemudian sampai di seleksi tahap terakhir di perusahaan multinasional ternama pada jabatan management development program memberikan pelajaran yang teramat berharga bagi saya. Bahwa bila Tuhan belum berkehendak , ya berarti belum. Saya hanya bersyukur karena pabila kendaraan (baca : diri kita) melaju dengan kencangnya, kita jadi tidak punya waktu untuk menyelamatkan diri kita sendiri. Mungkin awalnya berpikir : betapa sialnya aku ini dan betapa jahatnya Tuhan, dimana setelah rajin berdoa tapi tidak dikabulkan. Tapi, saya malahan berpikir, bahwa Tuhan mengabulkan permintaan saya dengan cara yang berbeda dan sangat lebih berharga.

Inilah perasaan yang saya rasakan 3 bulan ini , terhitung dari lulus 3 bulan yang lalu. Sekali lagi saya berkata pada diri saya sendiri : “yang tau diri kita sendiri ya kita sendiri, bukan orang lain”. Berpasrah lah. Percaya pada yang terjadi sudah ada yang mengaturnya. Dan bila kita diberi kesempatan Tuhan untuk rehat sejenak, iklaslah karena tak ada kata-kata terlambat bagi kita yang punya cita-cita.

Kamis, 02 Desember 2010

Tak ada kerja keras yang sia-sia. Kisah dari OB yang jadi Presdir Citibank Indonesia

Itulah mimpi yang disertai kerja keras, hasilnya pun akan pasti luar biasa. Inilah kisah yang bagi banyak orang adalah mustahil. Namun bagi bapak Houtman, tak ada yang tak mungkin.

Sungguh sebuah karunia yang luar biasa bagi saya bisa bertemu dengan seorang yang memiliki pribadi dan kisah menakjubkan. Dialah Houtman Zainal Arifin, seorang pedagang asongan, anak jalanan, Office Boy yang kemudian menjadi Vice President Citibank di Indonesia. Sebuah jabatan Nomor 1 di Indonesia karena Presiden Direktur Citibank sendiri berada di USA.


Tepatnya 10 Juni 2010, saya berkesempatan bertemu pak Houtman. Kala itu saya sedang mengikuti training leadership yang diadakan oleh kantor saya, Bank Syariah Mandiri di Hotel Treva International, Jakarta. Selama satu minggu saya memperoleh pelatihan yang luar biasa mencerahkan, salah satu nya saya peroleh dari Pak Houtman. Berikut kisah inspirasinya:

Sekitar tahun 60an Houtman memulai karirnya sebagai perantau, berangkat dari desa ke jalanan Ibukota. Merantau dari kampung dengan penuh impian dan harapan, Houtman remaja berangkat ke Jakarta. Di Jakarta ternyata Houtman harus menerima kenyataan bahwa kehidupan ibukota ternyata sangat keras dan tidak mudah. Tidak ada pilihan bagi seorang lulusan SMA di Jakarta, pekerjaan tidak mudah diperoleh. Houtman pun memilih bertahan hidup dengan profesi sebagai pedagang asongan, dari jalan raya ke kolong jembatan kemudian ke lampu merah menjajakan dagangannya.

Tetapi kondisi seperti ini tidak membuat Houtman kehilangan cita-cita dan impian. Suatu ketika Houtman beristirahat di sebuah kolong jembatan, dia memperhatikan kendaran-kendaraan mewah yang berseliweran di jalan Jakarta. Para penumpang mobil tersebut berpakaian rapih, keren dan berdasi. Houtman remaja pun ingin seperti mereka, mengendarai kendaraan berpendingin, berpakaian necis dan tentu saja memiliki uang yang banyak. Saat itu juga Houtman menggantungkan cita-citanya setinggi langit, sebuah cita-cita dan tekad diazamkan dalam hatinya.

Azam atau tekad yang kuat dari Houtman telah membuatnya ingin segera merubah nasib. Tanpa menunggu waktu lama Houtman segera memulai mengirimkan lamaran kerja ke setiap gedung bertingkat yang dia ketahui. Bila ada gedung yang menurutnya bagus maka pasti dengan segera dikirimkannya sebuah lamaran kerja. Houtman menyisihkan setiap keuntungan yang diperolehnya dari berdagang asongan digunakan untuk membiayai lamaran kerja.

Sampai suatu saat Houtman mendapat panggilan kerja dari sebuah perusahaan yang sangat terkenal dan terkemuka di Dunia, The First National City Bank (citibank), sebuah bank bonafid dari USA. Houtman pun diterima bekerja sebagai seorang Office Boy. Sebuah jabatan paling dasar, paling bawah dalam sebuah hierarki organisasi dengan tugas utama membersihkan ruangan kantor, wc, ruang kerja dan ruangan lainnya.

Tapi Houtman tetap bangga dengan jabatannya, dia tidak menampik pekerjaan. Diterimanyalah jabatan tersebut dengan sebuah cita-cita yang tinggi. Houtman percaya bahwa nasib akan berubah sehingga tanpa disadarinya Houtman telah membuka pintu masa depan menjadi orang yang berbeda.

Sebagai Office Boy Houtman selalu mengerjakan tugas dan pekerjaannya dengan baik. Terkadang dia rela membantu para staf dengan sukarela. Selepas sore saat seluruh pekerjaan telah usai Houtman berusaha menambah pengetahuan dengan bertanya tanya kepada para pegawai. Dia bertanya mengenai istilah istilah bank yang rumit, walaupun terkadang saat bertanya dia menjadi bahan tertawaan atau sang staf mengernyitkan dahinya. Mungkin dalam benak pegawai ”ngapain nih OB nanya-nanya istilah bank segala, kayak ngerti aja”. Sampai akhirnya Houtman sedikit demi sedikit familiar dengan dengan istilah bank seperti Letter of Credit, Bank Garansi, Transfer, Kliring, dll.

Suatu saat Houtman tertegun dengan sebuah mesin yang dapat menduplikasi dokumen (saat ini dikenal dengan mesin photo copy). Ketika itu mesin foto kopi sangatlah langka, hanya perusahaan perusahaan tertentu lah yang memiliki mesin tersebut dan diperlukan seorang petugas khusus untuk mengoperasikannya. Setiap selesai pekerjaan setelah jam 4 sore Houtman sering mengunjungi mesin tersebut dan minta kepada petugas foto kopi untuk mengajarinya. Houtman pun akhirnya mahir mengoperasikan mesin foto kopi, dan tanpa di sadarinya pintu pertama masa depan terbuka. Pada suatu hari petugas mesin foto kopi itu berhalangan dan praktis hanya Houtman yang bisa menggantikannya, sejak itu pula Houtman resmi naik jabatan dari OB sebagai Tukang Foto Kopi.

Menjadi tukang foto kopi merupakan sebuah prestasi bagi Houtman, tetapi Houtman tidak cepat berpuas diri. Disela-sela kesibukannya Houtman terus menambah pengetahuan dan minat akan bidang lain. Houtman tertegun melihat salah seorang staf memiliki setumpuk pekerjaan di mejanya. Houtman pun menawarkan bantuan kepada staf tersebut hingga membuat sang staf tertegun. “bener nih lo mo mau bantuin gua” begitu Houtman mengenang ucapan sang staff dulu. “iya bener saya mau bantu, sekalian nambah ilmu” begitu Houtman menjawab. “Tapi hati-hati ya ngga boleh salah, kalau salah tanggungjawab lo, bisa dipecat lo”, sang staff mewanti-wanti dengan keras. Akhirnya Houtman diberi setumpuk dokumen, tugas dia adalah membubuhkan stempel pada Cek, Bilyet Giro dan dokumen lainnya pada kolom tertentu. Stempel tersebut harus berada di dalam kolom tidak boleh menyimpang atau keluar kolom. Alhasil Houtman membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut karena dia sangat berhati-hati sekali. Selama mengerjakan tugas tersebut Houtman tidak sekedar mencap, tapi dia membaca dan mempelajari dokumen yang ada. Akibatnya Houtman sedikit demi sedikit memahami berbagai istilah dan teknis perbankan. Kelak pengetahuannya ini membawa Houtman kepada jabatan yang tidak pernah diduganya.

Houtman cepat menguasai berbagai pekerjaan yang diberikan dan selalu mengerjakan seluruh tugasnya dengan baik. Dia pun ringan tangan untuk membantu orang lain, para staff dan atasannya. Sehingga para staff pun tidak segan untuk membagi ilmu kepadanya. Sampai suatu saat pejabat di Citibank mengangkatnya menjadi pegawai bank karena prestasi dan kompetensi yang dimilikinya, padahal Houtman hanyalah lulusan SMA.

Peristiwa pengangkatan Houtman menjadi pegawai Bank menjadi berita luar biasa heboh dan kontroversial. Bagaimana bisa seorang OB menjadi staff, bahkan rekan sesama OB mencibir Houtman sebagai orang yang tidak konsisten. Houtman dianggap tidak konsisten dengan tugasnya, “jika masuk OB, ya pensiun harus OB juga” begitu rekan sesama OB menggugat.

Houtman tidak patah semangat, dicibir teman-teman bahkan rekan sesama staf pun tidak membuat goyah. Houtman terus mengasah keterampilan dan berbagi membantu rekan kerjanya yang lain. Hanya membantulah yang bisa diberikan oleh Houtman, karena materi tidak ia miliki. Houtman tidak pernah lama dalam memegang suatu jabatan, sama seperti ketika menjadi OB yang haus akan ilmu baru. Houtman selalu mencoba tantangan dan pekerjaan baru. Sehingga karir Houtman melesat bak panah meninggalkan rekan sesama OB bahkan staff yang mengajarinya tentang istilah bank.

19 tahun kemudian sejak Houtman masuk sebagai Office Boy di The First National City Bank, Houtman mencapai jabatan tertingginya yaitu Vice President. Sebuah jabatan puncak citibank di Indonesia. Jabatan tertinggi citibank sendiri berada di USA yaitu Presiden Director yang tidak mungkin dijabat oleh orang Indonesia.

Sampai dengan saat ini belum ada yang mampu memecahkan rekor Houtman masuk sebagai OB pensiun sebagai Vice President, dan hanya berpendidikan SMA. Houtman pun kini pensiun dengan berbagai jabatan pernah diembannya, menjadi staf ahli citibank asia pasifik, menjadi penasehat keuangan salah satu gubernur, menjabat CEO di berbagai perusahaan dan menjadi inspirator bagi banyak orang .

http://april67.blogspot.com/2010/07/wow-kisah-nyata-seorang-ob-menjadi-vice.html

Jumat, 12 November 2010

Kata-kata spiritual - penyegar kehidupan

Inilah beberapa kata yang saya cuplik dari buku terbaru gede prama " Pencerahan dalam perjalanan". Pak gede prama adalah salah satu guru spiritual favorit saya. Ia santun dan penuh ketenangan. Mari kita simak sejenak beberapa kata-kata favorit saya ini :

  1. kebahagiaan memang menawan tetapi memberi sedikit pelajaran. Kesedihan memang menakutkan, namun teramat banyak manusia yang bercahaya hidupnya karena melewati gunungan kesediahan
  2. Bila disuruh memilih antara agama dan kasih sayang, pilihlah kasih sayang
  3. Lakoni panggilan hidup sebaik-baiknya, lihat segi2 yang menggembirakan , kemudian olahlah kehidupan agar indah dengan rasa syukur yang mendalam
  4. Senang dan sedih dan dualitas lainnya ada dalam pikiran. Belajar melampauinya dengan memeluk semua apa adanya. Inilah yang diajarkan oleh para guru yang tercerahkan di timur
  5. Mulai yang dari kecil saja kita mulai, nanti suatu hari akan menjadi besar juga
  6. Niat itu langkah awal. Membiasakan diri agar niat menjadi kenyataan, itu langkah kedua. Membuat komitmen agar tetap berjalan lurus tanpa bisa ditawar, itu hal berikutnya. Namun konsistensi kemudian mengibarkan bendera perubahan.
  7. Keseharian yang bersahabatkan pelayanan dan keterbukaan. Beruntung karena keterbukaan dan pelayanan mudah sekali menghadiahkan kebahagiaan
  8. Kehidupan berputar dengan hukum keseimbangan. Siapa saja yang mengambil banyak kesenangan harus membayarnya dengan banyak kesedihan.
  9. Hidup yang diisi pelayanan adalah kehidupan yang paling menggetarkan
  10. Memberilah terus menerus, dan lihat wajahmu berubah menjadi lebih lembut di cermin setelah melakukan banyak pemberian

Kamis, 14 Oktober 2010

Think Big

Punyalah mimpi atau cita-cita setinggi langit,sehingga kalaupun kamu terpeleset , setidaknya kamu masih merengkuh bintang2.

Inilah Quote yang saya cuplik dari buku Chicken Soup for the soul seri college. Baru-baru ini saya juga baca quote ini di buku nya Aretha Aprilia: Rahasia Sukses berkarir Internasional.

Quote ini lah yang akan salalu saya pegang kapanpun dan dimanapun. Saya selalu percaya, kita sebenarnya hanyalah sebesar harapan kita. Bila kita punya harapan kecil, otomatis kita pun telah menciptakan batasan untuk kita menjadi besar.

Banyak hal yang saya pelajari akhir-akhir ini. Dari skripsi, pengen cepat kerja, dimana saya akan kerja? , job fair baru2 ini, skill, dll.

Untuk skripsi, saya bersyukur dibimbing oleh Dosen yang punya banyak waktu. Beliau adalah Bpk. Teguh Budiarto, M.I.M. Salah satu dosen senior Manajemen Pemasaran FEB UGM. Beliau tidak susah dihubungi dan selalu akan menjawab sms dari para bimbingannya. Untuk topik dalam tiap semester akan selalu berganti. Semester ini yang dipilih adalah macromarketing. Termasuk saya, yang akhirnya memilih tema materialism di kalangan anak muda. Mengapa mengambil tema ini ? Karena saya berkeyakinan, saat ini market dikuasai 3 segmen; youth (anakmuda), women dan netizen. Saya selalu mengingatkan diri untuk terus menghargai perhatian bapak dosen pembimbing skripsi saya ini dengan membayar lewat kerja keras. Saya sama sekali tidak ingin membuang kesempatan baik ini. Saya berjanji kalau saya akan selesai tepat waktu.

Setelah skripsi, pendadaran, mau apa ? jawabannya adalah I want to get a job first, before I decide to be business man someday. Saya ingin punya banyak pengalaman dulu. Punya banyak teman di banyak belahan dunia. Saya dari dulu memang ingin berkarir di instusi internasional. Profit atau non profit company tidak masalah. Saya tau bahwa perjalanan ke sana tidak mudah. Tapi saya begitu bersemangat untuk berproses menuju kesana. Dari saya ambil toefl & conversation course, mengajak adik, pacar dan teman untuk sepakat lakukan English day, melanjutkan mandarin course saya (lulus level one mandarin course Arka Paramita dan FEB UGM), mencari pengalaman internship dll.

Untuk skill, saat ini saya sedang suka belajar SPSS. Sekalian untuk mengolah data skripsi, saya yakin nanti akan banyak membantu dalam karir saya. Termasuk di bidang pemasaran yang memerlukan market research. Kemarin pun baru dikenalkan STATA di mata kuliah ekonometri. Terlihat lebih aplikatif dan mampu mengolah data dalam ukuran besar. Kegunaan nya sama dengan SPSS. Tapi STATA lebih banyak digunakan oleh economic researcher. Dan tak lupa saya juga ingin sekali bisa menguasai corel dan photoshop

Terakhir yang jelas,saya amat ingin menikmati momen-momen akhir saya sebagai mahasiswa. Mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Work hard play smart.

Kamis, 30 September 2010

Tempat makan jagoan di jogja

Sudah 3 tahun lebih ternyata saya hidup di Jogja. Tak terasa. Waktu jalan begitu cepat. yang jelas saya sudah berganti kok-kosan 2 kali dan rumah kontrakan 2 kali juga. Dari yang awalnya jalan kaki, kemudian naik sepeda dan sekarang naik sepeda motor. Sudah jalan-jalan ke banyak tempat. Hingga akhirnya saya jadi lebih familiar kota gudeg ini daripada kota kampung halaman saya, lampung. Ini terbukti, ketika pulang lebaran kemaren, saya pun pengen cepat-cepat kembali ke Jojga. Alasannya agak aneh dan terlihat bodoh, saya merasa asing di daerah lampung.

Tapi tulisan blog kali ini, saya tidak akan bercerita tentang suka duka kehidupan kok. Saya akan post satu tulisan yang bakal digemari semua orang. Tidak ada orang yang tidak suka. Apalagi kalau bukan makanan. saya akan cerita, tempat-tempat makan mana yang menurut saya JAGOAN. Dan bukan sesumbar dong, kalau saya selalu kangen jogja. Pastinya karna makanan-makanan nya. Enak, khas, penuh cita rasa dan yang penting hemat di kantong.

Terarik ? Pengen Tau ? Mari kita daftar satu2.

1. Soto AyamSoto ayam boleh dibilang sebagai makanan pilihan terbaik waktu sarapan . Setuju ? Para mahasiswa sekalian ? . Untuk soto ayam, saya jagokan Soto Ayam Kampung Pak Toni. Lokasinya ada di jalan kartini depan mahasiswa putri UGM. Dari jalan cik ditiro dari bunderan UGM, ambil pertigaan pertama, indraloka, masuk. Setelah itu bakalan lihat tenda kuning di pertigaan sebelah kiri.

Apa yang istimewa dari soto ini ? Yang buat hebat menurut saya kuahnya kental. Kalau saya bilang kuahnya medok. Rasa kaldu ayam nya kerasa banget. Suiran ayam nya juga dikasih banyak sama si pak toni (penjual). Untuk harga jangan khawatir, cumin dengan 5000 saja, semangkok soto nan lezat siap dilahap. Termasuk bagi yang sudah jadi langganan (cth : penulis) akan sering dapet bonus tulang /balung yang rasanya sangat mak nyus. Sebagai info, saya sudah jadi pelanggan nya sejak soto pak toni masih sepi, jauh beda dengan seperti sekarang yang mana brand nya sudah banyak yang tau.

Jam buka nya relatif cukup pagi. Jam setengah 7 , soto ini sudah ramai disambangi pelanggannya. Jadi bagi yang berminat kalau bisa jangan datang sebelum jam 10 karena kemungkinan soto akan sudah habis atau hanya mendapat paket-paket terakhir (kuah sudah tidak kental lagi)


2. Yammie

Untuk yammie, saya jagokan ada 3 tempat. Yakni Syarifah, mie ayam Jakarta , dan mie Bangka. Ketiganya ada di jalan prof. yohanes Sagan. Tapi diantara ketiganya, yang pertama yang paling dijagokan. Kenapa ? Karena saya suka mie yang lembut dan porsi nya harus banyak. Rasa mie nya juga punya ciri khas dan kuahnya juga cukup tajam rasanya. Disana ditawarkan 2 rasa, masnis dan asin. Tinggal pilih sesuai selera. Tapi kalau saya, prefer ke rasa asin. Karena secara alami saya tidak suka dengan kecap sedang makan. Walaupun syarifah juga menyediakan bubur, yang kata orang juga jagoan rasanya. Tapi tetap yammie yang paling bikin saya rindu untuk terus datang kesana lagi.


3. Ketoprak

Karena sewaktu tinggal di lampung, salah satu makanan favorit saya adalah ketoprak. Setelah tinggal di jogja, awalnya saya merasa ada yang kuang. Karena, setelah sekian waktu saya belum mendapatkan tempat makan ketoprak yang mantap bin ajib. Mantap standar saya adalah bumbu kacang nya kental dan isi (bihun, taoge, tahu, dll) tidak pelit. Tapi akhirnya setelah 1 tahun merambah jogja, ditemukanlah ketoprak yang joss. Tempatnya ada di jalan cik ditio. Kalau dari Gramedia Sudrirman menuju ke bunderan UGM, lokasinya ada di sebelah kiri. Untuk harga, jangan khawatir masih masuk standar anak kos kok. Cukup rogoh kocek 7000 rupiah saja.


4. Nasi Goreng

Memang kalau untuk nasi goreng, tiap orang bisa jadi favoritnya beda-beda. Di jogja pun tempat makan nasi goreng juga melimpah ruah. Tapi diantara nya itu saya punya 4 pilihan yang perlu dicoba. Keempat tempat piihan versi saya adalah nasi goreng kambing Mr Bean (jalan cik di tiro), Nasi goreng Mandiri ( sekip UGM) , Nasi Goreng Sapi Kotabaru (depan SMA 3 ) dan Nasi Goreng Mam (di depan UPN babarsari ). Kalau dari keempat memang yang paling populer adalah nasi goreng sapi kotabaru. Tapi saya jagokan untuk nasi goreng Mr. Bean sebagai pilihan pertama.

5. Bakso

Bakso adalah makanan sejuta jumat. Dari sabang sampai merauke, bisnis bakso adalah bisnis yang menggiurkan. Paling cepat break event nya. Untuk bakso, di jogja sudah tak terhitung jumlahnya. Memang mungkin yang paling kesohor karena punya banyak cabang adalah bakso pak narto. Tapi sebagai kuliner boy, saya punya jagoan sendiri. Saya menyebutnya Bakso Pinggir rel (nama asli lupa). Lokasinya ada sebelah kiri di pintu palang kereta api setelah UIN sunan kalijaga. bila ditempuh dari jalan solo. Yang membedakan bakso ini dengan yang lainnya selain rasa bakso nya yang enak adalah tmbahan kerupuk dan keramahannya penjual nya itu. memang saya akui kalau soal keramahan, saya berani kasih nilai 101 (dr skala 100). Malah mendekati level lebai. Tapi saya akui inilah yang membuat banyak orang terus kembali untuk makan bakso disana. Kalau tidak percaya, datang saja kesana. Bukanya relatif malam. Sekitar jam 7 malam. Untuk menambah selera makan, jangan lupa tambah sate kikilnya.


6. Gado-gado dan lotek

Untuk gado-gado dan lotek, kalau orang jogja ditanya, kemungkinan besar akan memilih gado-gado Colombo. Karena memang cabang nya juga sudah dimana-mana. Untuk gado-gado dan lotek, versi saya yang perlu disambangi adalah gado-gado dan lotek mandiri. Lokasinya ada di depan fakultas teknik UNY atau setelah fakultas kedokteran hewan UGM. Tempatnya ada di sebalah kiri jalan. Agak kecil memang. Namun selalu penuh dengan antrian pembeli.


*) Maaf kalau tidak semua makanan saya bisa masukkan di post ini. Karena hanya yang jadi favorit saya saja yang saya masukkan. Kapan waktu disambung lagi ya guys.

Senin, 27 September 2010

Jalan menuju kebahagiaan

BAHAGIA , satu kata yang banyak dibicarakan, dicari dan direbutkan banyak orang. Demi KEBAHAGIAAN orang mau melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Banting tulang dari pagi sampai malam. Belajar keras hingga mengurangi waktu tidur. Ataupun tak da henti kumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Demi sekali lagi mencari kebahagiaan.

Itulah yg dulu saya pikir tentang kebahagiaan. Kebahagiaan akan kita dapat kalau kita behasil dengan apa-apa yang kita capai. Dari satu keinginan ke inginan lainya. Pikirannya fokus penuh dengan pencapaian. Dipandang hebat banyak orang dan buat orang iri setengah mati. Jadi orang kaya dengan mobil dan rumah mewah, bergelar pendidikan menakjubkan, punya aset saham di banyak perusahaan. Tambah lagi dengan istri yang smart nan cantik jelita. Sehingga apabila ada orang yang dengar tentang itu semua cuma ada satu kata yg bergetar :wow. Yang pasti semuanya diukur dari berapa banyak materi yang dimiliki.

Jelas itu tidak sepenuhnya salah. Wajar bagi banyak manusia berpikiran seperti itu. Semua orang tidak ada yang ingin jatuh miskin. Tidak ada orang yang mau diejek karena kekurangannya. dan juga amat langka orang yang siap untuk kalah bersaing.

Namun apakah itu semua akan benar-benar bisa kasih kita kebahagiaan sesungguhnya ?

ayo, jujur dalam hati ? Pasti banyak yang masih jawab :tentu bisa , tak apa

tapi sekarang dengan tegas, saya jawab tidak. Sama sekali saya bukan orang yang pengen miskin. Saya juga pengen kaya. Tapi tidak kaya harta. tapi kaya hati. Harta saya pikir hanya sebagai bonus dari tindakan baik kita. Dan harta materi itu tidaklah memberi jaminan ketenangan batin. Kepuasannya cuman datang dan pergi dalam beberapa menit. Setelah puas dengan harta materi, kita pasti akan terus berpikir bagaimana bisa dapetin lg. Tidak ada kata puas. Terus dan terus mencari.

Seperti apa yg dikatakan Gede prama , yang penting adalah bagaimana kita bisa mengelola uang dengan baik. Penuhilah dengan rasa cukup dan bersyukur. Orang yang berlimpah uang, kalau ndak bisa ngelola nya juga sama aja boong kan.

Karna kebahagiaan sejati itu yang benar ada di dalam hati. Kalau kebahagiaan kita masih ditentukan oleh faktor luar (orang lain atau kejadian ) kita belum bisa dikatakan sebagai master ,kita masih mejadi budak. Budak dari pikiran kita. Berhentilah untuk selalu mengira-ngira kejadian yang belum terjadi. Jangan melewati kehendak Tuhan. percuma saja. Itu akan membuat kita semakin tidak tenang. Percaya saja bahwa semua yang terjadi akan baik dan pasti punya maksud baik. Tinggal kita saja yang mengusahakannya dengan penuh kesungguhan dan kesadaran. Begitulah kata banyak guru dan sufi memaknai kebahagiaan. Jadi mau tidak mau, kita isi hati dengan vitamin yang baik saja, seperti sabar, perhatian, sayang dan cinta.

Jalan kebahagiaan sebenarnya sangat mudah dan sederhana. Yakni Hidup di hari ini dengan penuh kesadaran. Yang sudah terjadi biarlah terjadi dan yang belum terjadi kita nantikan saja. Banyak dari kita, termasuk saya juga merasa selalu hidup dengan beban. sehingga kita jadi hidup sulit untuk enjoy. Pikirannya selalu khawatir dan khawatir. Takut kalau kita berbuat ini orang lain akan begitu, takut ini takut itu. Untuk itu dengan tegas, saya akhirnya berteriak, STOP KHAWATIR, mengalir saja dan percaya bahwa segala yang terjadi akan berjalan sebagaimana adanya dan sudah ada yang mengatur. Kita tinggal berjalan tenang sesuai dengan kemampuan dan keyakinan kita. Boleh berencana, tapi ingat jangan sampai rencana itu membuat kita khawatir dan ketakutan.

Kebahagiaan juga dapat diperoleh dengan banyak memberi. Memberi tidak harus dengan materi. Tapi bisa lewat senyuman, perhatian, mendengarkan dengan sungguh teman yang bicara, menghibur dan masih banyak lagi. Percayalah kalau kebahagiaan sesungguhnya adalah di saat kita bisa berguna bagi orang lain. Banyak memberi banyak menerima. Orang yang banyak memberi akan banyak diberi keberuntungan. rejekinya bisa datang dari banyak pintu dan banyak waktu. Raut mukanya pun akan lebih cerah. dan langkahnya pun akan lebih enteng.

jadi itu aja guys. Celoteh tentang kebahagiaan. Saya pun sekarang masih sedang terus berusaha berjalan di jalan ini. masih terus belajar kok. jadi jangan pernah berpikir, saya terus menggurui lewat tulisan ini. Sama sekali tidak. Cuma sekedar share, siapa tau ada yang sepikiran atau tertarik berjalan di jalan ini.

terima kasih banyak. Sampai jumpa di hari jumat

Hay Guys ! Welcome to my blog ! semoga bermanfaat

Dengan memberi, maka kamu akan banyak menerima, Inilah esensi kecil kenapa saya buat blog kedua saya setelah akudanperjalananku.blogspot.com

Kalau akudanperjalananku.blogspot lebih banyak memuat tentang trip. Di Blog ini akan banyak cerita tentang 3 dunia yang begitu saya cintai : marketing, communication dan spirituality.

Ok, blog ini diusahakan akan saya selalu posting 2 kali seminggu. Hari nya yang paling enak sepertinya selasa dan jumat. Alasannya, hari selasa adalah hari kelahiran saya. Selasa Wage (tanggalan jawa)- yang mana bayi yang biasanya lahir di hari ini, kelak ketika dewasa akan bijaksana. Sedangkan sabtu, saya suka karna hari ini biasanya banyak orang bebas dari kegiatan rutin. Termasuk saya mahasiswa. Jadi bisa sepuasnya berimajinasi, baca buku dan tentunya nulis dan baca blog ini.

Gitu dulu aja guys, sekali lg selamat datang dan salam jumpa.
silahkan dinikmati, caw /