BAHAGIA , satu kata yang banyak dibicarakan, dicari dan direbutkan banyak orang. Demi KEBAHAGIAAN orang mau melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Banting tulang dari pagi sampai malam. Belajar keras hingga mengurangi waktu tidur. Ataupun tak da henti kumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Demi sekali lagi mencari kebahagiaan.Itulah yg dulu saya pikir tentang kebahagiaan. Kebahagiaan akan kita dapat kalau kita behasil dengan apa-apa yang kita capai. Dari satu keinginan ke inginan lainya. Pikirannya fokus penuh dengan pencapaian. Dipandang hebat banyak orang dan buat orang iri setengah mati. Jadi orang kaya dengan mobil dan rumah mewah, bergelar pendidikan menakjubkan, punya aset saham di banyak perusahaan. Tambah lagi dengan istri yang smart nan cantik jelita. Sehingga apabila ada orang yang dengar tentang itu semua cuma ada satu kata yg bergetar :wow. Yang pasti semuanya diukur dari berapa banyak materi yang dimiliki.
Jelas itu tidak sepenuhnya salah. Wajar bagi banyak manusia berpikiran seperti itu. Semua orang tidak ada yang ingin jatuh miskin. Tidak ada orang yang mau diejek karena kekurangannya. dan juga amat langka orang yang siap untuk kalah bersaing.
Namun apakah itu semua akan benar-benar bisa kasih kita kebahagiaan sesungguhnya ?
ayo, jujur dalam hati ? Pasti banyak yang masih jawab :tentu bisa , tak apa
tapi sekarang dengan tegas, saya jawab tidak. Sama sekali saya bukan orang yang pengen miskin. Saya juga pengen kaya. Tapi tidak kaya harta. tapi kaya hati. Harta saya pikir hanya sebagai bonus dari tindakan baik kita. Dan harta materi itu tidaklah memberi jaminan ketenangan batin. Kepuasannya cuman datang dan pergi dalam beberapa menit. Setelah puas dengan harta materi, kita pasti akan terus berpikir bagaimana bisa dapetin lg. Tidak ada kata puas. Terus dan terus mencari.
Seperti apa yg dikatakan Gede prama , yang penting adalah bagaimana kita bisa mengelola uang dengan baik. Penuhilah dengan rasa cukup dan bersyukur. Orang yang berlimpah uang, kalau ndak bisa ngelola nya juga sama aja boong kan.
Karna kebahagiaan sejati itu yang benar ada di dalam hati. Kalau kebahagiaan kita masih ditentukan oleh faktor luar (orang lain atau kejadian ) kita belum bisa dikatakan sebagai master ,kita masih mejadi budak. Budak dari pikiran kita. Berhentilah untuk selalu mengira-ngira kejadian yang belum terjadi. Jangan melewati kehendak Tuhan. percuma saja. Itu akan membuat kita semakin tidak tenang. Percaya saja bahwa semua yang terjadi akan baik dan pasti punya maksud baik. Tinggal kita saja yang mengusahakannya dengan penuh kesungguhan dan kesadaran. Begitulah kata banyak guru dan sufi memaknai kebahagiaan. Jadi mau tidak mau, kita isi hati dengan vitamin yang baik saja, seperti sabar, perhatian, sayang dan cinta.
Jalan kebahagiaan sebenarnya sangat mudah dan sederhana. Yakni Hidup di hari ini dengan penuh kesadaran. Yang sudah terjadi biarlah terjadi dan yang belum terjadi kita nantikan saja. Banyak dari kita, termasuk saya juga merasa selalu hidup dengan beban. sehingga kita jadi hidup sulit untuk enjoy. Pikirannya selalu khawatir dan khawatir. Takut kalau kita berbuat ini orang lain akan begitu, takut ini takut itu. Untuk itu dengan tegas, saya akhirnya berteriak, STOP KHAWATIR, mengalir saja dan percaya bahwa segala yang terjadi akan berjalan sebagaimana adanya dan sudah ada yang mengatur. Kita tinggal berjalan tenang sesuai dengan kemampuan dan keyakinan kita. Boleh berencana, tapi ingat jangan sampai rencana itu membuat kita khawatir dan ketakutan.
Kebahagiaan juga dapat diperoleh dengan banyak memberi. Memberi tidak harus dengan materi. Tapi bisa lewat senyuman, perhatian, mendengarkan dengan sungguh teman yang bicara, menghibur dan masih banyak lagi. Percayalah kalau kebahagiaan sesungguhnya adalah di saat kita bisa berguna bagi orang lain. Banyak memberi banyak menerima. Orang yang banyak memberi akan banyak diberi keberuntungan. rejekinya bisa datang dari banyak pintu dan banyak waktu. Raut mukanya pun akan lebih cerah. dan langkahnya pun akan lebih enteng.
jadi itu aja guys. Celoteh tentang kebahagiaan. Saya pun sekarang masih sedang terus berusaha berjalan di jalan ini. masih terus belajar kok. jadi jangan pernah berpikir, saya terus menggurui lewat tulisan ini. Sama sekali tidak. Cuma sekedar share, siapa tau ada yang sepikiran atau tertarik berjalan di jalan ini.
terima kasih banyak. Sampai jumpa di hari jumat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar